Metro – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan tidak hanya berfungsi mencetak sumber daya manusia yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan kesadaran hukum dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro, Asst. Prof. Dr. Edi Ribut Harwanto, S.H., M.H., C.LAd., C.LC., C.CM., C.MT, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2026.
Menurut Edi Ribut Harwanto, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa yang maju dan berkeadilan. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan pendidikan harus terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter serta etika generasi muda.
"Pendidikan adalah investasi terbesar bangsa. Melalui pendidikan yang berkualitas, kita dapat melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, memiliki kesadaran hukum, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan globalisasi. Karena itu, lembaga pendidikan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral, budaya, dan kebangsaan.
Lebih lanjut, Edi menekankan pentingnya penguatan literasi hukum di kalangan pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, pemahaman terhadap hukum sejak dini akan membantu menciptakan masyarakat yang sadar hak dan kewajiban, menghormati aturan, serta mampu berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan demokrasi.
"Generasi muda harus dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan literasi hukum. Ketiga hal tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjaga keutuhan bangsa di tengah derasnya arus informasi," katanya.
Pada momentum Hardiknas ini, Fakultas Hukum UM Metro juga mengajak seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan budaya akademik, memperkuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Menurutnya, semangat yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara melalui semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani harus terus menjadi inspirasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Seorang pendidik tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi teladan dan motivator bagi peserta didik.
Edi berharap peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 dapat menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Dengan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, keluarga, dan masyarakat, Indonesia diyakini mampu mencetak generasi emas yang unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing global.
"Hardiknas bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkemajuan demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan sejahtera," pungkasnya.
