Metro, Lampung – Dalam upaya memperkuat implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan perguruan tinggi, Universitas Muhammadiyah Metro menyelenggarakan kegiatan Diskusi Implementasi Buku Panduan Penerapan AIK dalam rangka program Penyelenggaraan dan Pembinaan Kampus Islami. Kegiatan ini dipandu oleh Ust. Hariyanto, M.Sos. dan diikuti oleh sivitas akademika yang memiliki komitmen dalam pengembangan budaya kampus Islami.
Dalam pemaparannya, Ust. Hariyanto, M.Sos. menegaskan bahwa AIK merupakan ruh dan identitas utama Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang membedakannya dari perguruan tinggi lainnya. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai AIK harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan dalam seluruh aspek kehidupan kampus.
"Kampus Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga bertanggung jawab membentuk karakter mahasiswa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berkemajuan," ungkapnya.
Diskusi tersebut membahas berbagai aspek penting dalam Buku Panduan Penerapan AIK, mulai dari dasar hukum yang melandasi pelaksanaannya, tujuan penerapan AIK, visi kampus Islami, hingga ruang lingkup implementasi yang mencakup bidang akademik dan nonakademik.
Pada bidang akademik, implementasi AIK diwujudkan melalui perkuliahan AIK, integrasi nilai-nilai Islam dalam setiap mata kuliah, serta pembinaan karakter mahasiswa. Sementara itu, pada bidang nonakademik, AIK diterapkan melalui penguatan organisasi kemahasiswaan, kegiatan dakwah kampus, dan pengembangan budaya Islami di lingkungan universitas.
Lebih lanjut, Ust. Hariyanto menjelaskan bahwa budaya kampus Islami harus tercermin dalam perilaku sehari-hari sivitas akademika, seperti membiasakan shalat berjamaah, berbusana sesuai syariat, menjaga kebersihan lingkungan, menjunjung tinggi kejujuran akademik, serta membangun budaya salam, senyum, dan sapa.
Dalam kesempatan tersebut juga ditekankan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dan kader persyarikatan. Mahasiswa diharapkan aktif mengikuti program pembinaan AIK, menjaga akhlak dan etika, mengembangkan budaya akademik Islami, serta menjadi kader Muhammadiyah yang mampu memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa.
Melalui kegiatan diskusi ini, diharapkan seluruh sivitas akademika memiliki pemahaman yang sama mengenai implementasi AIK dan mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan kampus sehari-hari. Dengan demikian, visi Universitas Muhammadiyah Metro untuk mewujudkan lingkungan akademik yang religius, humanis, berintegritas, profesional, dan berkemajuan dapat tercapai secara optimal.
(Humas/Redaksi)
